Sabtu, 23 Januari 2021

PERSEPSI CINTA

Oleh: Kalimat Ilusi


Tak henti-hentinya aku memikirkan perkara ini,

Aku tak mampu membalas setiap ujaran mereka,

Mendebatnya apalagi,

Aku hanya tersenyum,

 

Seringkali diantara mereka menghinaku,

Menjatuhkan sajak-sajakku,

“Kamu tak pernah pacaran, mana tau tentang cinta!” ujar salah satu diantara mereka

Tidak sekali, namun sering

 

Aku kurang paham kadar cinta seperti apa yang mereka definisikan,

Bukankah Tuhan telah memberikan kesempatan setiap hamba untuk mencintai ciptaanNya?

Bukankah Tuhan tak membatasi berapa jumlah cinta itu?

Salahkah jika satu orang mencintai dua orang sekaligus?

Salahkah jika sesorang hanya mencintai tanpa sebuah hubungan?

 

Banyak yang kubingungkan, sungguh!

Mereka lebih mendoktrin pacaran adalah sebuah cinta yang real,

Mereka kira kami yang tak pernah berpacaran belum pernah memaknai sebuah cinta,

Apa mereka mengira kita tak punya hati yang hakikatnya sebagai perasa?

Lantas bagaimana penilaian mereka cinta terhadap Tuhannya?

 

Semakin kulanjutkan sajak ini,

Semakin geram pula pemikiranku,

Sangat ingin kubuang jauh doktrin yang mereka ciptakan atas dasar kesenangan duniawi,

Andai ada tempat pembuangan pemikiran-pemikiran yang tak selaras ini,

Mungkin kita telah menjadi hamba yang harmonis,

Namun aku masih ingat, aku hidup di negara demokratis,

Dimana setiap orang punya hak berpijak pada pemikirannya.

Kamis, 31 Desember 2020

MENDEKATI SEMPURNA

Tahun baru identik harapan penuh kiasan

Seperti harap mekarnya bunga matahari kala petang

Bukan senja, bukan pula fajar

Alur ini tetap sama seperti kalanya


Bukan main, siapa mampu menduga takdir?

Seratus doa dilontarkan, seribu usaha dilakukan,

Satu juta kemungkinan pula meratapi kenyataan,


Siapa melarang berharap?

Kita hanya perlu sadar!

Bahwasannya hidup seperti roda berputar,

Kala harap bahagia di awal,

Mungkin akan berakhir dengan pilu,


Yang fana bukan kebahagiaan,

Yang fana adalah kesengsaraan, ujian dan takdir,

Kebahagiaan hanyalah hadiah,

Satu kotak kejutan atas sekian harapan dan perjuangan


Kita telah menuju dewasa, 

Entah fisik, hati maupun pikiran,

Kita sama tau, bahwa kebahagiaan berjalan seiring dengan pilu

Kamu butuh buktinya?

Seperti kamu yang sedang berada di atas, dan aku di bawah


Dan kamu tahu lagi?

Ketika kita mampu menelisik filsafat hidup,

Menerima kado dan pilu,

Sesungguhnya kita menuju kesempurnaan manusia,

Yang derajatnya paling tinggi di muka bumi!



Pojok Ruang, 31 Desember 2020

Selasa, 13 Oktober 2020

CEKCOK

Oleh: senn

Rasa hambar menyambar otak
Sepi, hampa, hanya terisi ular
Menggeliat, bukan melingkar, tapi mengotak
Mendiami setiap sudut, sudut pagar
Prinsip utama buyar
Dibabatinya masing-masing tanaman
Ada yang sengaja dibiarkan, walaupun kering
Yang terpikir hanya kemenangan
Kewajiban dilupakan
Terlebih lagi hanya mengambil keuntungan.

Selasa, 15 September 2020

Wanita Persembunyian

Oleh: Senna Asla
Raut wajah senyum gelisah
merangkul punggung meraba dada
"layakkah aku menjadi yang kedua?"
bisik desah harap kepastian
dipeluklah ia oleh sang kekasih
dikecup pipi dan keningnya
"pasti!" balas sang kekasih.

Jombang, 15 September 2020
10.10 PM

Selasa, 25 Juni 2019

Prosa sahabat

Hilang, Kawanku

Hai,
Maaf,
Aku lupa dengan kata yang sempat kujadikan umpan ketika ingin melihat senyummu,
Aku lupa dengan makna sebuah kata yang sempat kau sampaikan hingga aku menangis,
Aku lupa dengan kenangan yang pernah kita buat,
Apa aku masih pantas berada di sampingmu, bahkan di hatimu?
Apa aku terlalu gila berharap menjadi senja yang selalu kau idolakan?
Dan apakah aku sudah benar-benar menjadi gila karena kehilangan dirimu?
Kembalilah,
Putuskan hubungan kita,
Walau hanya dengan senyum paksa.

Senn
25/05/19

Selasa, 26 Juni 2018

Budak Cinta


Hari ini aku menantimu
Di sebuah gedung tua yang nampak klasik
Kududuki bangku tua dibawah lampu malam
Sambil melihat sekitar yang begitu sepi

Setiap detik kubuka handphone milikku
Berharap ada balasan pesan darimu
Jangankan membalas, berita membaca pun tidak
Bagaimana kau bisa tau aku menunggumu disini

Sesekali kutanyakamn kabar tentangmu
Pada kenalan maupun teman-temanmu
Hingga teman spesialmu
Kutanyai juga tentangmu

Tak ada balasan serius dari mereka
Yang ada aku hanya ditertawakan
Dikiranya kita ada hubungan spesial
Padahal kau anggap aku tak lebih dari sebatas kenal

Diriku layaknya kau jadikan oasis
Pelamnpiasan segala rasa atas wanita lain
Diriku bukan objek cintamu,
Hanya perantara.